Syarat-Syarat, Pengkalkulasian, dan Hal-hal yang terdapat dalam Zakat Maal
Selain di wajibkannya Zakat Fitrah bagi kaum muslim juga diwajibkan untuk Zakat Maal. Dalam kitab Fathul Mu’in disebutkan Zakat Maal ( harta benda ) merupakan zakat yang di keluarkan dari harta benda tertentu misalanya hewan ternak, emas dan perak, tumbuhan (biji-bijian), buah-buahan, dan harta perniagaan. Dasar hukum mengenai zakat Maal terdapat dalam QS. At-Taubah : 103
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ
وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”
Syarat-syarat Wajib Zakat Maal
Sebagaian ulama sepakat bahwa Syarat-syarat harta yang wajib dizakati :
1. Harta itu milik orang yang beragama Islam.
2. Harta itu adalah hak milik sepenuhnya seseorang.
3. Harta itu adalah harta yang produktif atau menghasilkan.
4. Harta itu telah mencapai satu nisab (syarat perhitungan minimal suatu harta telah wajib untuk dizakati.
5. Harta itu merupakan surplus (kelebihan) dari kebutuhan primer.
6. Pada harta tersebut tidak ada tanggungan utang atau tidak sedang menanggung utang jatuh tempo yang dapat megurangi nisbah minimal
7. Khusus harta yang berupa emas, perak, peternakan, tertambangan dan perdagangan, maka haruslah telah berusia lebih dari satu tahun.
Zakat Hewan Ternak
Adapun tidak semua hewan ternak itu wajib dizakati. Dalam kitab Fathul Qorib menggunakan lafadz umumnya “المواشي” (hewan) dan lafadz khususnya “النعم” (hewan ternak berkaki 4). Diantara hewan berkaki 4 yang wajib dizakati ketika telah mencapai 1 nishob dan haul yaitu Unta, Sapi dan Kambing saja.
Adapun Nishob Unta :
1. Nishob pertama adalah 5 ekor unta, wajib zakat 1 ekor kambing jadz’ah berumur 1 tahun lebih.
2. 10 ekor unta, wajib zakat 2 ekor kambing.
3. 15 ekor unta, wajib zakat 3ekor kambing.
4. 20 ekor unta, wajib zakat 4 ekor kambing.
5. 25 ekor unta, wajib zakat 1 ekor unta bintu makhodl (umur 1 tahun lebih).
6. 36 ekor unta, wajib zakat 1 ekor unta bintu labun (umur 2 masuk 3 tahun).
7. 46 ekor unta, wajib zakat 1 ekor unta hiqqoh (umur 3 masuk 4 tahun).
8. 61 ekor unta, wajib zakat 1 ekor unta jadz’ah (umur 4 masuk 5 tahun).
9. 76 ekor unta, wajib zakat 2 ekor unta bintu labun.
10. 91 ekor unta, wajib zakat 2 ekor unta hiqqoh.
11. 121 ekor unta, wajib zakat 3 ekor unta bintu labun.
Dan begitu seterusnya, adapun perhitungan melebihi 121 ekor maka unta yang wajib dikerluarkan zakatnya hanya unta hiqqoh dan bintu labun.
Adapun Nishob Sapi :
1. Nishob pertama pada Sapi ialah 30 ekor, wajib zakat 1 ekor Sapi tabi’ (anak sapi jantan yang telah berumur 1 thn lebih).
2. 40 ekor Sapi zakatnya 1 sapi musinnah (sapi betina berumur 2 masuk thn ke 3) atau 2 Sapi tabi’.
Penghitungan seterusnya disesuaikan dengan kalkulasi yang ada diatas.
3. 120 ekor Sapi zakatnya 3 sapi musinnah atau 4 Sapi tabi’.
Adapun Nishob Kambing :
1. Nishob pertama pada Kambing ialah 40-120 ekor, wajib zakat 1 ekor kambing jadz’ah atau kambing kacang tsaniyah.
2. 121-200 ekor kambing wajib zakat 2 ekor kambing.
3. 201-399 ekor kambing wajib zakat 3 ekor kambing.
4. 121-499 ekor kambing wajib zakat 4 ekor kambing.
5. 201-599 ekor kambing wajib zakat 5 ekor kambing.
Setiap bertambah 100 ekor kambing maka wajib mengeluarkan 1 ekor kambing.
Zakat Emas dan Perak
1. Emas
Emas tidak wajib dizakati, kecuali telah mencapai nishobnya 20 dinar (993.244,000 hitungan rupiah saat ini). Jika emas telah mencapai 20 dinar dan haul, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 % atau setengah dinar. Lebih dari 20 dinar juga wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2.5 %.
2. Perak
Sama halnya dengan Emas. Perak tidak wajib dizakati, kecuali telah mencapai nishobnya 200 dirham (823.569,26 hitungan rupiah saat ini). Jika telah mencapai 200 dirham, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2.5 %. Selebihnya juga dihitung dengan perentase seperti itu, baik sedikit maupun banyak.
Zakat Tumbuhan atau Buah-buahan
Semua ulama mazhab sepakat bahwa kadar yang wajib dikeluarkan dalam zakat tumbuhan/tanaman dan buah-buahan adalah seper sepuluh atau sepuluh persen (10 %), kalau tanaman dan buah-buahan tersebut disirami air hujan atau air dari sungai. Tapi jika air yang dipergunakannya dengan air irigasi (dengan membayar) dan sejenisnya, maka cukup mengeluarkan 5%.
Dalam catatan Fathul Qorib saya, Nishob pertama dari Tumbuhan dan Buah yaitu 16.4 kg, 10% zakat dari itu hanya 1.64 kg dan 5% zakat dari itu hanya 0.82 kg. Namun jika dalam proses tersebut kadang disirami air hujan atau air dari sungai dan kadang juga dengan air irigasi (dengan membayar) dan sejenisnya, pengkalkulasian zakatnya menjadi 7,5% yaitu zakat yang dikeluarkan dengan berat 1.35 kg.
Zakat Perdagangan atau Perniagaan
Perbedaan pendapat pun terjadi dalam menentukan sempurnanya atau mencapainya nisab dalam perdagangan atau perniagaan. Apakah diawal, akhir, pertengahan atau disepanjang waktu perdagangan. Terdapat tiga pendapat para ulama dalam hal ini.
Pertama, karena zakat perdagangan berkaitan dengan harga, maka yang paling memungkinkan adalah pada akhir tahun saja, sebab sangat menyulitkan jika perhitungan harga dilakukan sepanjang waktu. Berbeda dengan zakat pada benda-benda lainnya yang nisabnya berkaitan dengan benda tersebut. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Malik dan Imam Syafii.
Kedua, nisab itu diperhitungkan sepanjang tahun, sehingga jika dalam suatu waktu kurang dari nisab, maka terputuslah pula pengertian nisab tersebut. Pendapat ini dikemukakan oleh ats-Tsauri, Ahmad, Ishaq, Abu Ubaid, Abu Tsur dan Ibnu Munzir.
Ketiga, nisab itu diperhitungkan diawal dan diakhir tahun. Apabila nisabnya telah sempurna pada kedua ujung ini, maka zakat perdagangan wajib dikeluarkan. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Hanifah.
Dalam catatan Fathul Qorib saya, Nishob pertama dari perdagangan atau perniagaan yaitu 38.750.000 jt, dan 2.5% yang wajib dikeluarkan zakatnya dari nishob tersebut adalah 968.750 rb.
Tusamma Salsabila F.
1860102232221 HKI 3F
selamat membaca 😊


Komentar
Posting Komentar